Rabu, 13 Juni 2012

Unsur-Unsur Drama


 Unsur-unsur Drama

a. Unsur Intrinsik  (unsur dalam)
Unsur intrinsik atau disebut juga unsur dalam adalah unsur yang tidak tampak. Ini yang kita sebut di atas tadi sebagai kajian interteks. Dalam intrinsik ada:
1. tema; yaitu ide pokok yang ingin disampaikan dari sebuah cerita.
    Tema   sering  pula  dikatakan  dengan  nada dasar drama.  Sebuah tema  tidak  
    erlepas   dari manusia  dan  kehidupan, misalkan cinta, maut,  dan  sebagainya.
    Jika  ada  yang  menyebutkan  temanya  romantis,  itu  adalah  bias pengertian.  
    Romantis bukan tema, tetapi gaya yang digunakan oleh penulis.  Dalam  kasus     
    dimaksud sebenarnya temanya adalah cinta/ percintaan. Jalan ceritanya  yang  
    dibuat menjadi romantis. Ini hanya perkara gaya/style (di lain waktu akan  kita
    bicarakan masalah gaya atau style penulis tersebut).
2. alur/ plot; yaitu jalan cerita.
    Dalam  alur  sebuah naskah  drama bukan  permasalahan  maju-mundurnya se-
     buah cerita seperti yang dimaksudkan dalam karangan prosa, tetapi alur  yang  
     membimbing cerita dari awal hingga tuntas. Dimulai dengan pemaparan (per-
     kenalan awal tokoh dan penokohan), adanya masalah (konflik), konflikasi (ma-
     salah baru), krisis (pertentangan mencapai titik puncak–klimak s.d.antikli
     maks), resolusi (pemecahan masalah), dan ditutup dengan ending(keputusan).  
     Ada pula yang menggambarkan alur dalam sebah naskah drama itu pemapa-
     ran—masalah—pemecahan masalah/resolusi keputusan.
3. penokohan; karakter yang dibentuk oleh setiap dialog tokoh.
4. latar/ setting; yaitu tempat kejadian.
     Latar atau setting berbicara masalah tempat, suasana, dan waktu.
5.  amanat; yaitu pesan yang hendak disampaikan penulis dari sebuah cerita.   
     Jika tema bersifat lugas, objektif, dan khusus, amanat lebih umum, kias, dan
     subjektif.                                            

b.  Unsur  Ekstrinsik  (unsur luar)
Unsur-unsur luar adalah unsur yang tampak, seperti adanya dialog/ percakapan. Namun, unsur-unsur ini bisa bertambah ketika naskah sudah dipentaskan.
Di sana akan tampak panggung, properti, tokoh, sutradara, dan penonton.


Unsur-Unsur Drama
Kata drama berasal dari istilah Yunani yang berarti gerak, perbuatan, laku. Drama tidak lain adalah suatu segi kehidupan yang dihidangkan dengan gerak. Secara umum drama diartikan sebagai kisah hidup dari kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan oleh orang banyak dengan media percakapan, gerak, dan laku yang didasarkan pada naskah tertulis.

Bila dibandingkan dengan cerpen dan novel, maka drama mempunyai bentuk yang khusus, yaitu sebagian besar terdiri dari dialog (percakapan). Tapi kesemuanya mempunyai dasar yang sama yaitu cerita yang diangkat dari hidup dan kehidupan. Selain itu, unsur yang dimiliki pun sama, yaitu plot, karakter, dialog, setting dan intrepretasi kehidupan.

a. Unsur-unsur drama yaitu:
1. lakon
Lakon adalah hasil perwujudan dari naskah yang dimainkan. Lakon yang baik selalu mengandung konflik. Lakon drama disusun atas unsur-unsur yang sama dengan novel dan cerpen, yaitu karakteristik, plot, dialog, penempatan ruang dan waktu.
Plot dan karakteristik adalah dua hal yang saling mendukung. Karakter dan plot dalam drama diwujudkan dalam laku dan dialog.

2. Pemain
Dalam sebuah drama ada pemain yang membawakan lakon drama. Pemain adalah komponen yang menghidupkan konflik yang terdapat dalam drama. Pemain yang baik adalah yang mampu menghidupkan pikiran dan perasaan pengarang.
Ada beberapa istilah untuk para pemain, yaitu:
- Protagonis: peran utama yang merupakan pusat cerita.
- Antagonis : Peran lawan, ia sering menjadi musuh yang menyebabkan konflik terjadi.
- Tritagonis: peran penengah, bertugas menjadi pendamai atau perantara protagonis dan antagonis.
- Peran pembantu: peran yang tidak secara langsung terlibat dalam konflik yang terjadi, tetapi diperlukan        dalam penyelesaian cerita.

3. Tempat (gedung pertunjukan)
Yaitu tempat berlangsungnya pertunjukan drama.

4. Penonton
Kedudukan penonton dalam drama harus dijadikan perhitungan istimewa karena tanpa penonton, maka lakon drama yang dipentaskan tidak mengandung arti.

5. Naskah drama
Naskah drama adalah bentuk tertulis dari cerita drama
Sebuah lakon drama karya siapapun yang berkali-kali dimainkan akan selalu berubah-ubah kualitas artistiknya tergantung dari siapapun dan dimana ia dimainkan. Akan tetapi naskah drama itu sendiri akan tetap, kualitas artistiknya.

B. Alat-alat bagian pembantu drama
1) babak
lakon drama terdiri atas beberapa bagian atau babak (mungkin satu babak, dua babak dan seterusnya). Perubahan suatu babak sering mencerminkan perubahan tempat kejadian dan waktu. Biasanya untuk menandai pembabakan dalam suatu drama ditandai dengan perubahan dekor/setting.

2) Adegan
Dalam babak dari suatu drama terdiri atas beberapa adegan. Perubahan suatu adegan tidak selalu disertai dengan penggantian babak atau dekor.

3) Prolog
Prolog ialah kata pendahuluan yang membuka babak pertama. Prolog memberikan pandangan tentang para pelaku drama serta konflik atau pertentangan yang akan mereka alami dipentaskan.

4) Dialog
Dialog adalah percakapan antar beberapa orang pelaku. Prolog merupakan alat yang paling penting dalam drama. Suatu dialog harus disertai dengan emosi agar tidak mengambang dan mati.

5) Monolog
Monolog adalah percakapan seorang pelaku (aktor) dengan dirinya sendiri.

6) Epilog
Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri suatu penentuan lakon drma untuk menarik pelajaran dari apa yang telah dipertunjukan di pentas.

7) Mimiek
Ialah gerak-gerik air muka dan isyarat. Ekspresi air muka untuk memberikan gambaran emosi yang dialami pelaku.

8) Pantomim
Pantomim adalah gerak-gerik anggota tubuh untuk memberikan suatu gambaran emosi tentang apa yang sedang dialami.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar